Manusia
adalah makhluk sosial. Makhluk yang tidak akan bisa hidup tanpa orang lain.
Sebut saja satu orang paling hebat di dunia, paling terkenal di dunia, paling
berprestasi di dunia, paling disegani di dunia, paling kaya di dunia, atau
orang yang memiliki predikat “paling-paling” yang lainnya di dunia ini. Adakah
dia bisa hidup tanpa adanya orang lain? Hal ini menunjukkan seberapa pun
hebatnya seseorang, tetap saja dia tidak akan bisa hidup sendiri. kita harus bergaul untuk menambah teman, tapi untuk
apa susah-sudah menambah teman padahal kita bisa melakukan segala aktifitas
sendirian?
Belum tentu kita dapat
melakukan semuanya sendirian, suatu hari pasti ada masanya kita butuh
“banyak” teman.
Berikut contohnya:
a. Mengembangkan
Skill
Untuk yang mempunyai sahabat sehobi atau
terjun ke organisasi pasti tau sendiri hal ini. Ketika teman memamerkan
karyanya yang amazing kepada kita, pasti kita iri dan ingin membuat karya
yang seperti mereka bukan? Entah itu karya lukisan, cerpen, game, penghargaan
dari perlombaan, dan lain sebagainya. Pasti iri bukan? Nah jika sudah merasa
iri, disitu bukan saatnya kita meratapi diri sebagai orang yang tak
berguna, tapi kita seharusnya kita malah termotivasi. Termotivasi untuk
membuat karya yang lebih istimewa dibandingkan teman-teman
kita.
#Mungkin, ada sebagian
orang yang menganggap motivasi Mr Mario Teguh tidak masuk akal. Mungkin,
orang-orang ini lebih termotivasi dari kesuksesan saingannya yang membuat
mereka
down dan merasa menjadi
orang yang tak berguna#
Maka dari itu, kita perlu
melebarkan sayap pergaulan, tak begitu
akrab tak apa-apa. Yang
penting sudah menunjukkan ketertarikan
kita terhadap orang lain.
b. Memperluas
Pengetahuan
Kadang ketika teman-teman berkumpul, yang menjadi obrolan mereka biasanya
itu-itu lagi. Perkembangan itu-itu lagi. Nah kita sebagai pendengar yang baik,
sedot saja semua informasi berharga itu. Jangan belum apa-apa sudah membentengi
diri krn menganggap yang dilakukan teman-teman kita itu adalah menggosip.
Jadi misalkan kalian
mendengar teman-teman kalian mulai berbicara .... Enyahkan pikiran bahwa
teman-teman kalian ini hanya bergosip tak ada manfaatnya.
Untuk percakapan diatas,
biasanya teman-teman ini akan melanjutkan obrolannya sampai ke ... ”Kasian ya
putus sekolah, mana bukan anak orang kaya lagi ....”
Nah, sampai sini kalian
sudah mendapatkan manfaat dari “gosip” teman-teman kalian ini.
Masih bingung apa
manfaatnya?
1) Kalian
masih bisa bersyukur belum terjerumus untuk menghamili/dihamili orang.
(terlepas kepribadian kalian introvert atau ekstrovert)
2) Masih
bisa BERSYUKUR diberi rejeki berapapun dan apapun bentuknya.
3) Tidak
perlu merasa sebagai orang yang PALING MENDERITA. Karena
kalian perlu mengkasihani teman (yang walaupun tidak kalian kenal) yang telah
kehilangan masa depannya itu.
Dan demikian TOPIK lainnya
yang dibicarakan teman-teman kalian bisa dikira-kira sendiri apa manfaatnya.
Misalkan cerita teman yang melamar universitas/kerja, atau ketika menjelekkan
orang lain, kita bisa mencontoh hal-hal yang baik dan mencegah diri sendiri
agar tak melakukan hal-hal buruk seperti yang diceritakan teman-teman.
Istilah kasarnya kita tak
perlu nyemplung sumur untuk merasakan derita orang yang kecemplung di sumur,
cukup belajar dari pengalaman orang lain saja. Kita introvert yang
notabene lebih banyak berpikir harus bisa memilah-milah mana yang harus
dipikirkan dan yang tak perlu dipikirkan.
c. Pendukung Usaha
Siapa yang akan membeli barang kita dan (secara tak
langsung) mempromosikan dagangan kita? Jelas teman, setidaknya teman lama
walaupun sudah jarang bertemu, tapi kalau sudah pernah akrab selama beberapa
waktu kan logikanya mereka yang pertama kita mintai tolong, entah untuk
membantu menyebarkan dagangan dari mulut ke mulut, atau mereka yang membeli.
Contoh, misal kita membuka
warung angkringan, siapa yang kita ajak untuk bertandang ke warung tersebut
ketika sedang sepi pelanggan?
*hasil mendengarkan petuah
dari pelaku wiraswasta
d. Mencarikan
Pekerjaan
Mencari pekerjaan? Bagaimana bisa? Bukannya mereka semua
saingan kita? Nyatanya, beberapa teman, ketika sudah berada diluar lingkungan
pendidikan, malah saling membantu dalam mendapatkan pekerjaan.
Berikut ini adalah
segelintir kisah nyata, jika ada yang punya kisah yang sama boleh dishare
#Si A yang luntang lantung
mencari pekerjaan, lalu ada temannya yang membantunya walaupun posisi
pekerjaannya tidak begitu cocok dengannya. Namun setidaknya A dapat sedikit
menabung sambil memikirkan kembali pekerjaan yang cocok untuknya. (tetapi
akhirnya A merasa cocok bekerja ditempat itu)
#Si B, juga bingung cari
pekerjaan, tak taunya ditawari temannya utk bekerja. Akhirnya ia terima tawaran
itu dan bisa menabung dg jumlah yang lebih dari lumayan dan bisa membuka usaha
sendiri.
#Si C, bingung mencari
pekerjaan, akhirnya tetangganya yang sudah menganggapnya seperti ponakan
sendiri menyuruhnya bekerja disatu tempat yang gajinya lebih dari lumayan bagi
anak sma yg baru lulus. Walaupun ia merasa tak cocok dg pekerjaan itu, tapi
setelah berjuang sekuat tenaga akhirnya ia dapat memperbaiki rumahnya tadinya
berdinding bambu, dan di tahun keempat ia bisa membiayai kuliahnya sendiri.
Tetapi, dicarikan pekerjaan
oleh teman memang ada kelemahannya, seperti dipinjami uang setiap bulannya, si
A, B, dan C mengalaminya. Tapi dengan ekstra kerja keras mereka dapat
mengatur keuangannya dengan keterbatasan yang ada. Dan akhirnya mereka dapat
melanjutkan hidup seperti yang mereka rencanakan.
Maka dari itu, kalau bisa
kita berusaha sendiri. Bukan bermaksut untuk menyombongkan diri terhadap teman,
tetapi untuk berjaga-jaga agar tak kesulitan mencari pekerjaan. Tapi yang
namanya ujian hidup kita semua tidak ada yang tahu.Di setiap jengkal
kehidupan pasti ada saja ujiannya. Dan maka dari itu, kita patut mensyukuri
apa yang kita punya sekarang, sedikit apapun itu.
#Lihat gelandangan di
pinggir jalan? Setidaknya mereka masih bisa diberi umur panjang dan kesehatan
jiwa hingga masih bisa menunaikan ibadah.#
#Tapi ada lagi cerita D,
cerita dari seseorang yang mempunyai pengetahuan agama yang bagus tetapi agak
polos. D melamar pekerjaan ke suatu tempat dan tak taunya yang menginterview
calon pegawai baru adalah teman lamanya. Syukur alhamdulillah setelah mereka
bernostalgia, D diterima menjadi pegawai di tempat itu.
Dan masih banyak lagi
manfaat bergaul. Dan yang paling terlihat pada manfaat bergaul adalah kita jadi
mengetahui latar belakang teman-teman kita. Apakah mereka kaya atau
miskin, sering mencetak prestasi atau malas, bahkan ada yang sampai kita
ketahui masalah-masalah pribadinya misalkan yang orang tuanya bermasalah dan
sebagainya. Memang kita tidak dianjurkan untuk memilih-milih teman, tapi dengan
kita mengetahui "ujian" yang dihadapi teman, kita menjadi bisa lebih
bersyukur dalam hidup.
sumber : Sumber :
http://suarakampus.com/?mod=sastra-budaya&se=detil&id=239
bermanfaat, thankyou
BalasHapusterima kasih:)
Hapusperbanyaklah temanmu
BalasHapusterima kasih:)
HapusSangat bermanfaat, trmksh
BalasHapusterima kasih:)
HapusInfonya bermanfaat sekali
BalasHapusterima kasih:)
HapusSangat bermanfaat..
BalasHapusterima kasih:)
HapusTerima kasih infonya...
BalasHapusInfonya sangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusterima kasih:)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWah kerenn 👍👍
BalasHapusterima kasih:)
HapusTerimakasih, atas info pada artikel ini
BalasHapussangat membantu, terimakasih
BalasHapusterima kasih:)
HapusWahh info yang menarik terimakasih
BalasHapusterima kasih:)
Hapusbermanfaat artikel ini
BalasHapusTerimakasihhh
BalasHapusterima kasih:)
BalasHapus